Jika pertanyaan itu dilontarkan kembali untukku. aku mungkin akan bilang: aku lupa…
entah kenapa, rasanya sudah banyak kebahagiaan2 yang berusaha untuk aku redam agar tidak terlalu berlebihan.
ya, bisa dibilang aku takut ‘terlalu bahagia’.
jika mengutip kata2 di sebuah film: “Bahagia itu candu. Sekali kamu ngerasa bahagia, kamu pasti pengen terus bahagia. Padahal kamu nggak bisa terus2an ngerasa bahagia seumur hidup kamu”.
Begitu juga dengan cinta.
Hingga detik inipun aku masih terus berusaha ‘sebisa mungkin’ untuk meredam rasa cinta pada orang lain.
It’s sounds like a looser. yeah but this is me….
rasa bahagia dan cinta yang hebat, mungkin saat ini semua itu hanya ada dalam kenangan.
dan dalam kenangan itu juga, terlihat jelas bagaiman perasaan2 bahagia dan cinta di masa lalu itu perlahan berubah menjadi rasa sakit yang berlebih pula…..
Tapi aku nggak mau menutup pintu kebahagiaanku terlalu rapat.
Karena suatu saat nanti, mungkin aku bisa merasakan hebatnya cinta seperti dulu lagi, dan mungkin aku bisa merasa sangat bahagia seperti dulu lagi… tanpa pernah takut untuk tersakiti.
