Love can do anything…
When it hurts you…
It turns a bright day into dark…
Takes away the color of rainbow…
Steals the flavor of anything…
And it makes everything goes nothing…
Jadi, salah kalo ada orang yang bilang: Saat kita sedang sakit cinta, semuanya terasa pahit, semua terlihat menyebalkan, dunia menjadi gelap, langit terkoyak, bumi terbelah dua, gunung-gunung meletus, orang-orang menjerit minta tolong… (ini patah hati apa kiamat ya??).
That’s absolutely false…
Bagus kalo kamu masih bisa ngerasain pahit, sebel, sedih, takut dan berada dalam kegelapan. Karena lebih parah kalo kamu sampai nggak ngerasain apa-apa! Love can bring you between live and death… kamu akan mati rasa, seperti berada antara hidup dan mati…
Masih lebih baik kalo kamu bisa ngerasain sedih, nangis sampe mata bengkak, marah-marah, teriak, dan frustrasi. Coz it shows that you still alive… ini berarti kamu normal, kamu masih punya kemampuan untuk merasakan kehidupan, kamu masih punya rasa ‘manuiawi’. Dan kamu masih punya energi untuk bangkit…
Sedangkan bagi orang yang mati rasa, mereka nggak tau harus ngapain? harus gimana? Semuanya hampa. Hidup jadi gak berwarna lagi, nggak ada hitam atau putih, yang ada cuma suram. Nggak ada pahit atau manis, tapi hambar. Rasa sakit yang mendalam membuat mereka nggak bisa merasakan apa-apa lagi. Semua emosi lenyap, bahkan untuk merasa sedih sekalipun mereka nggak bisa…
Mengerikan memang, dan aku pernah ngalamin semua itu…
6 bulan lalu, aku pertama kalinya ngerasain hebatnya sakit gara-gara cinta. Entah saking hebat dampak sakit cinta itu, aku sampe mati rasa. Aku sama sekali nggak bisa nangis, nggak ngerasa sedih, dan aku mendadak jadi idiot. Mungkin kalo saat itu IQ ku di Test Cuma 40 (ini sih Imbisil…). Untungnya aku buru-buru sadar, aku berusaha buat nyadarin diri, aku nggak mau sampe jadi gila.
Dan bener, saat aku udah sadar, semua terasa sangat-sangat-amat menyakitkan… Aku nangis tiap hari, mata bengkak tiap malem, aku jerit-jerit gak karuan dengan bantal nyumpel di mulut. (Aku nggak mau disangka gila beneran.hehe..) Tapi semua itu jauh lebih baik, dengan begitu lama kelamaan semua beban itu berkurang…
Logikanya, seperti orang jatuh dari sepeda dan terluka parah. Kalo kita nggak punya keberanian buat nyentuh luka itu dan membersihkannya, kita nggak akan bisa sembuh, justru jika dibiarkan makin lama makin infeksi, dan kita mati perlahan-lahan…
Kalau ditarik benang merah, itu juga sebabnya kenapa Narkoba bukan pilihan tepat untuk menyelesaikan masalah. Karena Narkoba membuat kita MATI RASA! Orang-orang memakai narkoba untuk menghindari masalah, mereka bersugesti bahwa saat memakai narkoba semua masalah bisa menghilang dari pikiran dan mereka bahagia! Padahal sesungguhnya, mereka cuma mati rasa, mereka membohongi juga membodohi diri sendiri, dan masalah itu…tetap saja ada…
Jadi memang benar, kalo narkoba hanya untuk pecundang. Karena semua orang yang ‘make’ itu nggak berani nyentuh luka mereka, mereka lemah, dan takut sakit! Hanya orang-orang berani, yg bisa menyelesaikan masalah mereka dengan gentle tanpa harus lari pada apapun…
By the way, aku hampir mati rasa lagi. Berawal 3 hari lalu, waktu pertama kali aku ketemu lagi sama ‘SIWICFS’ (Baca postingan sebelumya). Selama 3 hari itu aku nggak nafsu makan-minum, insomniaku kumat, dan otakku sedikit lemot. Sampai aku berangkat rekreasi ke Jatim Park, aku pengen buktiin kalo teoriku benar bahwa “Cinta bisa merusak system kerja hormone adrenalin”. Hehehee….
Dan teoriku benar dengan bukti non empiris – hanya berdasar pengalaman – Waktu masuk rumah hantu, aku sama sekali nggak ngerasa takut. (Padahal aku termasuk orang yg penakut) Bagiku wahana itu nggak lebih dari ruangan gelap dengan patung-patung nggak jelas dan backsound suara jelek dari pengeras suara yg bikin budek. Abis itu, aku nyoba naik Tornado, nah..ini yang bikin hormone adrenalinku sedikit meningkat, tapi aku udah tekat buat buktiin teoriku. Sebelum naik, aku inget-inget semua tentang dia sampe aku BT. Dan waktu mulai kebanting-banting di atas tornado aku Cuma teriak sekenanya tanpa mejamin mata! Dan waktu kepalaku dijungkir dibawah dan kaki diatas, aku teriak sekeras-kerasnya: “AKU BENCI DIAAA………….!!!”
Hah..hah…hahah….
Setelah sadar gini, Kalo diinget-inget jadi lucu juga…
Pas perjalanan pulang, aku berusaha buat kembali menyadarkan diri, aku nggak mau kelamaan mati rasa. Dan tau apa efeknya? Nafsu makanku jadi setingkat kuli bangunan! Heh…heh…Heheheh…
Guys, emang cinta bisa bikin kamu gila… But My brother told me: “Kamu tau? Seseorang bisa jadi gila karena mereka memang menginginkan itu. Mereka lari dari kenyataan dengan menghilangkan akal sehat mereka. Makanya, kamu harus tetap sadar, meskipun ngerasa sakit sehebat apapun”
Yuph…itu kuncinya! Jangan mau jadi GILA… karena ternyata, GILA adalah sebuah pilihan..! hehehehehehhhh…..