Sup3r9irl’s Weblog











{Juli 30, 2008}   Iseng…

ButterFly

Cinta Itu seperti Kupu-kupu…

Semakin dikejar, maka ia akan semakin menjauh…

Biarkan kupu-kupu mu terbang kemana dia suka…

Siapa tahu, jika suatu saat nanti dia lelah

Dan tidak menyadari kehadiranmu

Ia akan mengibaskan sayapnya kearahmu…

Untuk berteduh dari panasnya matahari,

Dari dinginnya hujan dan badai kehidupan…

Dan dia akan hadir tanpa pernah kau duga…

Tapi biarkan dia terus terbang dan menghilang…

Tak usah mengejar kupu-kupu yang telah pergi…

Karena mungkin saja kupu-kupu itu

Bukanlah kupu-kupu yang Allah peruntukkan bagimu…

Let’s Cry

Aku menangis bukan karena aku lemah…

Aku menangis bukan karena aku wanita…

Aku menangis…

Karena aku manusia…

Maka Menangislah…

Karena menangis membuatmu menjadi manusia…

(*Dedicated to someone: “Kapan kita bisa nangis bareng lagi? Aku ingin melihatmu menangis. Karena saat itulah aku tau, bahwa hatimu belum membeku…”)



{Juli 30, 2008}   SOULMATE and CHOISE

Apakah Jodoh itu sebuah Pilihan atau Ketentuan??

Pertanyaan itu yang sering aku tanyakan ke temen-temen. Kebanyakan dari mereka jawab: Ketentuan. Jodoh itu Allah yang ngatur.

Tapi entah kenapa aku nggak puas dengan jawaban itu… soalnya, kebanyakan orang make kata-kata itu buat alasan mutusin pasangannya. Biasanya dalam kondisi, cowok atau ceweknya nggak mau diputusin. Trus bisa ditebak, si pemutus bakal bilang: “Udahlah sayang… kalo aku sama kamu emang jodoh, kita pasti ketemu lagi koq. Percaya deh…”.

Basi Abis…

Sebelumnya, aku lebih percaya kalo Jodoh itu sebuah pilihan. Kakak iparku yang bilang gitu. Berdasarkan pengalaman, temennya nikah sama orang yang nyebelin abis, padahal temennya tu cantik, soleh, pendiam, perfect lah… dan sebelumnya dia pernah dilamar sama Ustadz, tp dia gak mau dan milih sama cowok nyebelin itu. Itu bukti kalo jodoh tu pilihan kan? Coba kalo dia milih nikah sama ustadz itu, pasti hidupnya akan lebih bahagia…

Tapi, beberapa hari yang lalu, akhirnya aku dapetin jawaban baru yg keren. Setelah curhat sama temen cowokku. Aku iseng ngasih pertanyaan: “Ngga…menurut kamu, kamu percaya jodoh itu pilihan atau sebuah ketentuan??”

Lalu dia jawab: “Ehm…gmn ya? Menurutku jodoh itu kayak kita Ikhtiar aja. Berawal dari sebuah pilihan yang tepat dan sesuai dengan ketentuan yang ada”. Mantap. Salut buat dia.

Setelah aku pikir-pikir, jawaban itu sangat masuk akal. Jodoh dan pilihan itu saling terkait satu sama lain. Pada awalnya kita memilih, dan jika pilihan itu sesuai dengan ketentuan Allah. Maka itu yang dinamakan jodoh. Ada kalanya mungkin kita hanya memilih, tapi ternyata Allah tidak berkehendak. Dalam kondisi lain, Allah memberikan begitu banyak pilihan, missal dengan si A, si B atau si C. Kita bisa memilih ketiganya tapi yang membedakan adalah kondisi-kondisi kita saat bersama salah satu dari mereka. Pada saat inilah pilihan itu mutlak ditentukan oleh kita.

Mungkin, pada kasus yang kedua, kita seolah membeli kucing dalam karung. Kita bisa memilih ketiganya tapi tidak tau mana yang terbaik (semua orang tentu mencari yang terbaik, kan?). Tapi Alhamdulillah, aku ingat bahwa dalam Islam tidak ada istilah kucing dalam karung. Karena Allah sudah berfirman bahwa : “Laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji pula”.

Anyway, siapapun orang yang akan menikahi aku nanti, aku berharap dia adalah sebuah pilihan yang paling tepat dan sesuai dengan ketentuan Allah bahwa dialah yang terbaik untukku. Amin…Amin…Amiiiinn…



Love can do anything…

When it hurts you…

It turns a bright day into dark…

Takes away the color of rainbow…

Steals the flavor of anything…

And it makes everything goes nothing…

Jadi, salah kalo ada orang yang bilang: Saat kita sedang sakit cinta, semuanya terasa pahit, semua terlihat menyebalkan, dunia menjadi gelap, langit terkoyak, bumi terbelah dua, gunung-gunung meletus, orang-orang menjerit minta tolong… (ini patah hati apa kiamat ya??).

That’s absolutely false…

Bagus kalo kamu masih bisa ngerasain pahit, sebel, sedih, takut dan berada dalam kegelapan. Karena lebih parah kalo kamu sampai nggak ngerasain apa-apa! Love can bring you between live and death… kamu akan mati rasa, seperti berada antara hidup dan mati…

Masih lebih baik kalo kamu bisa ngerasain sedih, nangis sampe mata bengkak, marah-marah, teriak, dan frustrasi. Coz it shows that you still alive… ini berarti kamu normal, kamu masih punya kemampuan untuk merasakan kehidupan, kamu masih punya rasa ‘manuiawi’. Dan kamu masih punya energi untuk bangkit…

Sedangkan bagi orang yang mati rasa, mereka nggak tau harus ngapain? harus gimana? Semuanya hampa. Hidup jadi gak berwarna lagi, nggak ada hitam atau putih, yang ada cuma suram. Nggak ada pahit atau manis, tapi hambar. Rasa sakit yang mendalam membuat mereka nggak bisa merasakan apa-apa lagi. Semua emosi lenyap, bahkan untuk merasa sedih sekalipun mereka nggak bisa…

Mengerikan memang, dan aku pernah ngalamin semua itu…

6 bulan lalu, aku pertama kalinya ngerasain hebatnya sakit gara-gara cinta. Entah saking hebat dampak sakit cinta itu, aku sampe mati rasa. Aku sama sekali nggak bisa nangis, nggak ngerasa sedih, dan aku mendadak jadi idiot. Mungkin kalo saat itu IQ ku di Test Cuma 40 (ini sih Imbisil…). Untungnya aku buru-buru sadar, aku berusaha buat nyadarin diri, aku nggak mau sampe jadi gila.

Dan bener, saat aku udah sadar, semua terasa sangat-sangat-amat menyakitkan… Aku nangis tiap hari, mata bengkak tiap malem, aku jerit-jerit gak karuan dengan bantal nyumpel di mulut. (Aku nggak mau disangka gila beneran.hehe..) Tapi semua itu jauh lebih baik, dengan begitu lama kelamaan semua beban itu berkurang…

Logikanya, seperti orang jatuh dari sepeda dan terluka parah. Kalo kita nggak punya keberanian buat nyentuh luka itu dan membersihkannya, kita nggak akan bisa sembuh, justru jika dibiarkan makin lama makin infeksi, dan kita mati perlahan-lahan…

Kalau ditarik benang merah, itu juga sebabnya kenapa Narkoba bukan pilihan tepat untuk menyelesaikan masalah. Karena Narkoba membuat kita MATI RASA! Orang-orang memakai narkoba untuk menghindari masalah, mereka bersugesti bahwa saat memakai narkoba semua masalah bisa menghilang dari pikiran dan mereka bahagia! Padahal sesungguhnya, mereka cuma mati rasa, mereka membohongi juga membodohi diri sendiri, dan masalah itu…tetap saja ada…

Jadi memang benar, kalo narkoba hanya untuk pecundang. Karena semua orang yang ‘make’ itu nggak berani nyentuh luka mereka, mereka lemah, dan takut sakit! Hanya orang-orang berani, yg bisa menyelesaikan masalah mereka dengan gentle tanpa harus lari pada apapun…

By the way, aku hampir mati rasa lagi. Berawal 3 hari lalu, waktu pertama kali aku ketemu lagi sama ‘SIWICFS’ (Baca postingan sebelumya). Selama 3 hari itu aku nggak nafsu makan-minum, insomniaku kumat, dan otakku sedikit lemot. Sampai aku berangkat rekreasi ke Jatim Park, aku pengen buktiin kalo teoriku benar bahwa “Cinta bisa merusak system kerja hormone adrenalin”. Hehehee….

Dan teoriku benar dengan bukti non empiris – hanya berdasar pengalaman – Waktu masuk rumah hantu, aku sama sekali nggak ngerasa takut. (Padahal aku termasuk orang yg penakut) Bagiku wahana itu nggak lebih dari ruangan gelap dengan patung-patung nggak jelas dan backsound suara jelek dari pengeras suara yg bikin budek. Abis itu, aku nyoba naik Tornado, nah..ini yang bikin hormone adrenalinku sedikit meningkat, tapi aku udah tekat buat buktiin teoriku. Sebelum naik, aku inget-inget semua tentang dia sampe aku BT. Dan waktu mulai kebanting-banting di atas tornado aku Cuma teriak sekenanya tanpa mejamin mata! Dan waktu kepalaku dijungkir dibawah dan kaki diatas, aku teriak sekeras-kerasnya: “AKU BENCI DIAAA………….!!!”

Hah..hah…hahah….

Setelah sadar gini, Kalo diinget-inget jadi lucu juga…

Pas perjalanan pulang, aku berusaha buat kembali menyadarkan diri, aku nggak mau kelamaan mati rasa. Dan tau apa efeknya? Nafsu makanku jadi setingkat kuli bangunan! Heh…heh…Heheheh…

Guys, emang cinta bisa bikin kamu gila… But My brother told me: “Kamu tau? Seseorang bisa jadi gila karena mereka memang menginginkan itu. Mereka lari dari kenyataan dengan menghilangkan akal sehat mereka. Makanya, kamu harus tetap sadar, meskipun ngerasa sakit sehebat apapun”

Yuph…itu kuncinya! Jangan mau jadi GILA… karena ternyata, GILA adalah sebuah pilihan..! hehehehehehhhh…..



{Juli 30, 2008}   I’M BACK AGAIN…

Hurraayy..!! … akhirnya aku bisa posting lagi! Setelah entah berapa lama aku menelantarkan blog ini. Maapkan aku blog, udah nelantarin Qm gak jelas… Maapkan juga temen2 yang udah nunggu tulisan terbaruku, terutama buat komentator setiaku, nuki-chan, yg terus-terusan ngeluh pas buka blog ini tapi isinya gak berubah,hehe…

Anyway, emang dari kmaren aku udah bulatkan tekad buat bikin tulisan baru, mumpung lagi senggang dan amat sangat kurang kerjaan dirumah. Daripada Cuma kedip-kedip di depan TV kayak ikan kehabisan oksigen (itu sih sambil mangap-mangap juga yah?).

Lagipula, there’s so many thing I’d like to share…

Sekarang aku lagi liburan di kampung halaman tercinta. Umm…sebenernya bukan asli liburan sih, soalnya di kampus lagi ada Semester Padat. Tapi aku nggak ikutan, dengan beberapa alasan, pertama: Selama bulan Juni-Juli aku harus persiapan Tes AMG (Akademi Meteorologi dan Geofisika) di Surabaya, Kedua: Aku ada banyak janji sama temen-temen disini. Ketiga: Aku emang lagi males ikut SP. Hah..hah…hahah….

Udah 1 bulan penuh aku melepaskan diri dari rutinitas anak kuliah. Harga yang pantas setelah semua jerih payah memeras otak 1 tahun penuh (cailaah…baru juga 1 tahun udah segitunye?) Yah…pokoknya tahun pertama ini aku emang belom mau ngoyo. Masih pengen santai dulu…

Anyway, 1 bulan ini aku dapetin liburan yang cukup menyenangkan. Mulai dari bolak-balik ke Juanda-Surabaya buat daftar ‘n ikut tes AMG (ini cukup menyenangkan bagiku,haha..) then Rekreasi ke Selecta-Malang, JatimPark, ngerasain main flying Fox, naik tornado, Narsis-narsisan ama temen-temen, ngadain reuni di rumah, dan… ketemuan sama Someone I Wish I Could Forget Soon… (Selanjutnya dikenal sebagai “SIWICFS”)

I really enjoyed this holiday! Sementara itu, di bagian pulau jawa yang lain, temen-temen lagi mejret dengan tugas-tugas kuliah dan jadi zombie tiap hari dengerin dosen ngajar di kelas. Heh..heh..hehehe….



GIla…
Sinting…
Edan…
Gak Waraaaassshh….!!

Semester 2 ini jadwal kuliahku kayak kerja rodi! seminggu 7 hari berturut-turut masuk kuliah terus, dari senen ampe minggu, abis minggu trus senen lagi (ya eyalah masa’ habis minggu… ku tolong ibu membersihkan tempat tidurku?? *jayus*)

aku sekarang juga gak bisa lagi bedain mana hari libur en mana hari masuk kuliah. sama aja! tiap pagi aku harus bangun-mandi-pergi ke kampus. gitu terus ampe eneg…
belom lagi tugas2 yang numpuk kayak sampah! plus kegiatan2 di UKK!

AAAAAaaaaarrrggghh………………!!!!
kalo gini caranya gue bisa……….. “SAKIT JIWA”…………………….!!!

Ini penindasan sodara-sodara!! ini penganiayaan!! kenapa harus ada kuliah satu minggu full! Sinting…
yahh…nasib… mo protes kayak gimana juga gag bakal ngaruh. huhuhuuu… (T_T)

Akhir2 ini aku sering tidur malem, kadang jam 1, kadang jam 2, untung2an bisa tidur jam 12. Dan besoknya, pas dikelas aku sering “NGANTUK”. (Parah…)
Jadwal yang menggila ini jelas berdampak pada pemanasan global pada otakku. Alhasil, rasanya aku emang hampir sakit jiwa…

AArrrgghhh……!!
Some body save me..!!

Gw butuh refreshing… Gw butuh terapi penyegaran batin jiwa dan raga!
gw butuh tidur…
gw butuh…
butuh… apa ya??

TAu’ ah… (teng-tong…kayaknya otak gw dah mulai overheat lg niy. udah gag bisa diajak mikir yang berat2. ngitung 1+1 aja butuh waktu 15 menit. *ya oloh.. ini mah idiot kale*)

OK, I’ll tryin’ to keep in touch with this blog as soon as I can…
*I hope so.. coz, actually, theres so much to talk about*

———————————————————————————————
PS: ada secuil fenomena aneh dibalik tragedi jadwal kuliahku yang memburuk ini.
“Aku tambah Gendut”…

HAAAHH?? anehh… bukannya orang sibuk+kurang tidur bisanya jadi kurus?
knapa ini jadi tambah gendut??

jawabannya adalah: “Karena saya bego”
gag tau knapa, mungkin gara2 sugesti yang berlebih. Gw jadi naikin standart asupan energi tiap hari dengan alasan “gue butuh energi banyak buat handdle aktifitas gue yg super padet”. alhasil, gue jadi banyak makan!!



{Februari 14, 2008}   Dengarkanlah wahai Supir Angkot

Dalam sejarah perjalananku sebagai penumpang angkot, aku belom pernah dibikin deg2an sampe pengen nangis ama sopir angkot. Aku udah jadi angkoters dari SMA. Kemnana-mana pasti naek angkot. Tapi baru di Bandung aku ketemu ama sopir2 angkot yang doyan ngebut. Aku juga nggak ngerti, kenapa supir angkot di Bandung tuw banyak yang suka kebut2an. Gila…nggak aturan banget. Emangnya dikira lagi ikut Racing gitu! Aku sebel banget,,soalnya bukan sekali dua kali aku jantungan gara2 ulah sopir2 angkot yang doyan ngebut.

Kemaren contohnya, aku pulang dari kampus jam 7 malem. Di dalem angkot cuma ada 3 orang. Satu ibu2 yang satu lagi cewek paruh baya (mei be…heheh). Awalnya sih biasa aja, angkot melaju mulus dan halus (lhoh?). Tapi ditengah perjalanan gak tau knapa si sopir angkot ngebut kenceng banget. Sumpah…aku ama dua orang penumpang laennya sampe merem2, saking ngerinya. aku sempet mikir, whats wrong with da driver?? apa dia sebel gara2 sepi penumpang? ato lagi kejar setoran? ato kebelet pipis?? Tapi apapun alasannya, nggak seharusnya sopir angkot membahayakan nyawa penumpangnya kan?? Aku sampe empet pengen triak ke sopir angkotnya: “Bang, kita tuh orang! bukan kambing! se-enaknya aja diajak kebut-kebutan naek angkot! Kalo sampe ada apa2 gimana?? mo ganti rugi pake sapi??” Tapi aku mengurungkan niat, takut dilempar lewat jendela ama sopir angkotnya.huhuuhuu…

Terpaksa, sepanjang perjalanan aku cuma bisa komat-kamit. AKu nggak mau sampe ada apa2. nggak mau…dan nggak rela kalo hidupku harus berakhir dalam angkot, dengan mulut belepotan coklat (pas itu aku lagi makan surabi.heheh…) nggak elit banget kan??

Perjalanan jadi kerasa panjaaang….banget. Sambil pasang wajah tersiksa, aku meratap dalam hati, “bang…pelanin dikit dong.huhuuu…. aku masih pengen nikah, masih pengen punya anak, masih pengen nonton premiere ayat-ayat cinta. (lah??)”

Beberapa menit kemudian, Aku berhasil melewati detik2 menegangkan itu dengan selamat dan kenyang (udah slese makan surabi.heheh..). Abis bayar ongkos ke sopir angkot, aku sempet ngeliat ke dua penumpang yang masih tersisa di dalam. Ekspresi wajah mereka menyiratkan ketakutan yang mendalam (weleh..bahasanya bo’..) kayak orang yang lagi nunggu giliran eksekusi. Huhuuu….kasian, aku cuma bisa berdoa semoga amal ibadah mereka diterima disisi Tuhan. Hoh???



{Februari 12, 2008}   Makanan Favorit masa kecil

umm…ngomongin soal makanan, tiap orang pasti punya makanan favorit kan? Monyet aja punya makanan favorit masa’ kita nggak?heheh… Tapi kalian inget nggak apa makanan favorit kalian waktu kecil?

Kalo aku dulu, sebelum masuk sekolah paling suka sama permen. Ya,,,permen. Simpel kan? Aku doyan banget makan permen sampe gigiku ompong.hihi… trus, pas udah mulai masuk sekolah, aku suka banget sama jajanan yang ber-saos. kayak cilok, cakue, otak-otak ikan, dan gorengan2 yang dikasih saos. Tiap ada di sekolah, aku nggak bisa lepas dari jajanan yang begituan. Uh, kalian nggak tau betapa ‘freak’ nya aku ama saos. Sampe2 tiap beli cilok, aku nggak pernah mau diladenin sama abang tukang ciloknya, supaya aku bisa ngambil saos secara brutal.heheheh….

Kebiasaan ini bertahan sampe aku SMA. meskipun para penjual cilok udah dilarang masuk area sekolah, tapi tetep aja tiap istirahat aku ama temen2 manjat pager sekolah buat beli cilok! *buat yang masih skul, please don’t try this at school ya!* Bahkan sampe ada berita soal pembuatan saos tomat palsu yang katanya saos tomat yang biasa dipake ama pedagang2 cilok, mie ayam, bakso dsb itu dibuat dari pepaya, wortel, sayuran2 yang udah busuk dan dicampur ama zat pewarna tekstil. Itupun nggak bikin aku kapok buat makan saos. Cuma kadarnya aja yang udah agak berkurang…

Beda banget sama temen aku yang anti banget makan saos. Dia trauma gara2 dulu pas SD dia ngeliat temen2nya makan cilok trus nyelup2in saos barengan. Ada yg udah digigit trus dimasukin lagi, gigit-celup, gigit-celup, gigit-abis. Sejak saat itulah dia putus hubungan dengan saos. Hmmh…sebenernya aku juga sering liat kejadian2 kayak gitu. Tapi pas aku SD, aku belom punya pikiran se-normal itu. Yang aku tau adalah: cilok+saos = enak.

Masih soal makanan, aku heran…kenapa makanan yang sama bisa punya nama yang beda di daerah yang berbeda??

Waktu umur 3 tahun, aku pernah tinggal di Ambon. Orang sana biasa nyebut permen dengan ‘gula-gula’. Aku udah terbiasa dengan kata ‘gula-gula’. Trus waktu mo masuk SD, aku pindah ke tangerang, ceritanya aku pengen beli permen ke toko deket rumah. Setelah bilang: “Bu…beli gula-gula” aku langsung dikasih bungkusan gula satu kilo! hohoho… Begitu juga dengan cilok. Orang jawa biasa bilang cilok dengan ‘pentol’. Pas udah pindah ke Bandung, aku harus mulai membiasakan diri bilang “cilok”. Ah..ribet… harusnya para pedagang jajanan tuh bikin standart nasional untuk kasih nama makanan. Jadi dari sabang sampe merauke, kita bisa beli makanan yang sama tanpa harus beribet nyebut namanya. setuju??

Btw, berhubungan dengan cilok. Aku baru tau ada makanan yg namanya cireng, singkatan dari “Aci digoreng”. Niy makanan katanya populer banget di bandung. Nggak bakal ada orang bandung yang gak kenal cireng. Mulai dari anak TK, SD, SMP, SMA, orang kaya, miskin, cakep, jelek semua kenal ama cireng. Aku jadi penasaran buat nyobain cireng, dan ternyata rasanya: “biasa aja”. Hehehee…

Ada kejadian lucu seputar cireng. Alkisah, pas pulang kuliah aku jalan kaki ama temenku anak sukabumi.  Di jalan, kita ngeliat ada orang jual cireng isi. Hampir sama kayak cireng biasa, cuma yang ini lebih variatif. Ada cireng isi kacang, sosis, ayam pedas, sapi pedas. dll. Aku sempet teratrik, soalnya sebelum pindah ke bandung aku pernah lihat liputan soal cireng isi ini di TV. kesannya koq enak gitu.. ternyata temenku juga belom pernah makan cireng isi, so..kita berdua pun beli. Harganya juga murah, cuma 900/biji. Aku ama temenku nyobain rasa sosis sama ayam pedas. Menurutku sih rasanya biasa aja, malah aku agak nggak suka, soalnya ternyata isinya tuh kebanyakan wortel daripada dagingnya! Beda ama temenku, dia memberikan ekspresi yang mengesankan kalo cireng isi tuh enak banget. Dia bilang: “Aduuh…enak banget loh cireng isinya, kapan2 beli lagi ah…” dan bener. Besoknya pas pulang kuliah, dia beli lagi cireng isi 2 biji. Yah, nggak pa2 deh, namanya juga orang baru ngerasain makanan yg cocok ama lidah. Paling2 juga 3 ato 4 kali lagi udah bosen. Tapi ternyata, dugaanku salah! Cireng isi bikin temenku yang satu ini bener2 ketagihan sampe2 dia melakukan hal yang…nyaris membuat nyawanya melayang.. oohh.. **hiperbola**

suatu hari, setelah liburan pekan sunyi aku ketemu lagi sama temenku itu, seperti biasa kita pulang kuliah bareng. Dijalan aku nawarin dia buat beli cireng isi. Tapi dia langsung nolak mentah-mentah. Dan dia pun mengaku…

“Tau nggak, pas kita mo liburan, sebelum balik ke sukabumi aku mabok makan cireng”

“haah??kok bisa?”

“Iya… kan di sukabumi nggak ada cireng, jadi sebelum balik ke sukabumi aku beli cireng. Rencananya mo aku makan di jalan. Tapi nggak taunya baru naek angkot aku udah mabok duluan”

“emang kenapa??”

“Cirengnya aku makan di angkot”

“Trus?kok bisa sampe mabok? emang habis berapa biji??”

“Tujuh biji…”

“T-tujuh??Tujuh??tujuh??”

“Iya, aku beli 10 ribu, dapet 9 biji. Tadinya mo aku makan semua, tapi udah dapet tujuh biji kepala aku pusing, jadi pengen muntah.”

“…………..” (aku terdiam seribu bahasa)

Cireng oh cireng… se-nikmat itukah rasa cireng, sampe bikin temenku Addicted seperti ini??

PS: ” Perhatian! Cireng isi memang enak, tapi konsumsi berlebih dapat menyebabkan anda mabok. Waspadalah..waspadalah…”



Beberapa hari ini udara Bandung jadi dingiiin banget. Bahkan sampe siangpun aku masih menggigil. Brrr…berasa ada di kutub utara (weleh,kayak udah pernah ke kutub utara aje).
Tapi yang aku permasalahin bukan udaranya, tapi perutku! (lhoh??) Soalnya hawa dingin bikin kita jadi cepat laper. Alasan ilmiahnya??aku juga nggak tau.heheh…
nah,kata nenek moyang, obat paling manjur buat ngusir laper adalah “makan” so…aku jadi sering makan. Padahal porsi makan utamaku udah aku tambah, tapi tetep aja se-jam kemudian aku laper lagi, dan berujung pada ngemil! Ditambah lagi hari sabtu-minggu aku libur kuliah dan nggak ada kegiatan. Jadilah aku seperti mesin penggiling berjalan dirumah! huhuhuuuu….

Jadi ngeri nih kalo liat timbangan, naek berapa kilo ya?? kemaren aku udah usaha buat sedikit membakar kalori dengan berenang habis pulang kuliah. Eh, malemnya langsung masuk angin! secara aku berenang jam setengah 5 sampe jam 6…

huhuhuu…gimana dong? apa aku harus menggigil kedinginan sambil menanhan lapar? ato membiarkan berat badanku bertambah dari hari ke hari?? help mee…..



{Februari 8, 2008}   Siluman Trenggiling

Akhir-akhir ini aku jadi sering makan semut. (Nggak, mata kalian nggak salah, emang tulisannya semut) Nggak tau kenapa di kamarku jadi banyak banget semutnya. Baru naruh makanan sbentar aja semut2 udah pada nyerbu. Jadi inget nyanyi lagu masa kecil dulu: “banyak semut dikamarku…uu…uu… gara2 kamu malas bersih-bersih…” (cocok banget nih lagu…)

Then, gara-gara makanan+minuman ku sering disemutin, ya sud-lah…aku makan sekalian ama semut-semutnya (yeaks…) Hehehe…Coz males banget ngebersihin satu-satu, lagian lumayan juga koq rasanya.Cobain deh… ^_^

Sejauh ini udah banyak makanan yang aku mix dengan semut. Contohnya: Cappucinno campur semut, teh campur semut, roti coklat campur semut, kacang atom campur semut, cheetos campur semut dan yang terakhir aku makan kemaren sore mie instant campur semut. Yups…sangat variatif kan? harusnya aku buka cafe baru dibandung, namanya “Cafe Semut” dengan hidangan yang di-mix dengan semut.hehehee…

Tapi kemaren pas lagi makan mie instant campur semut. Aku sempet mikir, ada nggak ya orang yang doyan makan semut kayak aku?? dan tiba2 aja aku tersentak! Jangan-jangan selama ini aku adalah jelmaan siluman TRENGGILING! Djeng…djeng…djeeeeng!!

Oohh…tidaaaaakkkk…!! maafkan aku armando… #gaya telenovella#

Sekarang sedang mencoba memastikan apa benar aku adalah jelmaan siluman trenggiling. Jadi untuk sementara aku akan menahan diri untuk tidak makan semut. Kalo nantinya aku meriang, panas dingin, muntah-muntah, encok dan pegel linu setelah tidak mengkonsumsi semut dalam waktu lama, berarti benar bahwa aku adalah jelamaan siluman trenggiling! Dededeeenggg….!! Sebenernya aku mau sms mama, dan nanyain apakah selama hamil mama pernah ketemu sama siluman trenggiling ato mungkin ngidam makan trenggiling?? tapi nggak jadi, aku takut mama jadi kepikiran anak perempuan satu-satunya ini masih waras ato nggak…

So, tunggu kelanjutannya ya…

Benarkah Q2 adalah jelmaan siluman trenggiling??

Akankah Q2 berhenti makan semut nantinya??

dan apakah digta sang vokalis Yovie and the nuno masih jomblo??

Tunggu tanggal mainnya…

Ps: Kira2 ada yang nggak tau Trenggiling tuw hewan macam mana?? Yah..Bersabarlah wahai engkau manusia2 buta satwa. Sini ibu jelaskan, Trenggiling adalah hewan pemakan semut dan serangga yang bisa dijumpai di Nias, Sumatra, dan Kalimantan. Besarnya lebih dari ucing, kaki pendek, ekor panjang tubuhnya bersisik coklat dan nggak punya gigi.

Masih belum kebayang juga? Nggak apa2, sekarang coba kalian ambil kaca, hadapkan pada wajah masing-masing dan lihat. Nahh…kurang lebih seprti itulah wujud trenggiling. Huehuehehuheue…..
Trenggiling

Inilah wujud asli trenggiling. Gimana? mirip kan sama yang di kaca?hwekekek…



{Februari 8, 2008}   Sajak Keangkuhan Hati

Hidup memang rumit
Tapi tak perlu menjadi Sulit
Jangan pernah takut
sebab yang takut adalah pengecut
Teruslah berjalan dengan tegap
langkahkan kaki dengan mantap
Jangan biarkan mereka tau akan dukamu
Jangan biarkan mereka tau perih lukamu
dan Jangan biarkan mereka iba lalu mengasihani mu…

    Jadilah seorang yang angkuh
    ‘tuk sembunyikan jiwamu yang rapuh
    Jadilah mentari terik dikala siang
    ‘tuk halau dingin malam yang menghadang
    Jadilah tegar sekuat karang
    ‘tuk lawan debur ombak yang menerjang
    Jadilah Angin yang memburu
    ‘tuk hempas badai kehidupan yang menderu
    Jadilah setinggi dan seluas angkasa
    ‘tuk rengkuh semua isi dunia…

Inilah sajak keangkuhan hati
Bara dari asa yang ‘kan padam
Puing dari mimpi yang terpendam
Serpihan jiwa yang t’lah kalah
Cermin dari hati yang lemah

    Sebab keangkuhan tak ‘kan berarti
    Dihadapan Ia sang pemilik mati…

Bandung, 07 Februari 2008
12:00 Am



dan lain-lain